Dari Cabai Domba hingga Koperasi, Ini Strategi Ekonomi Pemuda Persis

  • Whatsapp
Screenshot 20261103 202033 Gallery

BERITAPEDIA – Pemuda Persatuan Islam (Persis) mulai membangun kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian. Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persis menginvestasikan Rp200 juta untuk pengembangan budidaya cabai domba di Kabupaten Tasikmalaya, dengan sasaran awal lahan seluas satu hektare.

 

Bacaan Lainnya

Investasi tersebut menjadi salah satu langkah konkret yang diumumkan dalam Seminar Ekonomi Keummatan di Aula Abu Bakar, SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/11/2026).

 

Program ini merupakan bagian dari visi kemandirian ekonomi PP Pemuda Persis periode 2026–2031. Pengembangan usaha cabai domba tersebut bahkan berpotensi diperluas hingga lima hektare.

 

Ketua Umum PP Pemuda Persis Hilman Rasyid mengatakan, kemandirian ekonomi organisasi harus diwujudkan melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat.

 

“Kemandirian ekonomi tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Hari ini kita buktikan melalui investasi, pengembangan usaha, dan gerakan ekonomi produktif yang memberi manfaat langsung bagi jam’iyyah,” tegas Hilman.

 

Menurut dia, investasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan kepada kader di daerah untuk membangun unit usaha yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

 

Selain investasi pertanian, seminar yang dihadiri 123 pengusaha dan aktivis Pemuda Persis itu menjadi momentum peluncuran Asosiasi Pemuda Tani Islam (SIPATANI).

 

Organisasi ini disiapkan sebagai penggerak kolaborasi pemuda di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Ade Rahmat dikukuhkan sebagai Ketua Koordinator Nasional SIPATANI.

 

Melalui wadah tersebut, PP Pemuda Persis ingin membangun jaringan pemuda tani yang lebih terorganisasi, produktif, dan memiliki daya saing. Gerakan ini juga diarahkan untuk ikut menjawab tantangan ketahanan pangan.

 

Kepala Bidang Ekonomi PP Pemuda Persis Firman Bagja Nugraha menyebut Kabupaten Tasikmalaya sebagai titik awal pengembangan kolaborasi ekonomi yang nantinya dapat diperluas ke daerah lain.

 

“Apa yang kita mulai hari ini adalah pintu pertama. Ruang kolaborasi ekonomi ini terbuka seluas-luasnya untuk seluruh kabupaten dan kota basis Pemuda Persis se-Indonesia,” ujar Firman.

 

Ia mengatakan, Bidang Ekonomi dan Lembaga Akselerasi Ekonomi Jam’iyyah siap membuka kerja sama di berbagai sektor. Namun, pengelolaan usaha harus bertumpu pada kepercayaan dan profesionalisme.

 

Pengembangan usaha tidak hanya mengandalkan modal investasi. PP Pemuda Persis juga menyiapkan pendampingan agar program ekonomi dapat berjalan setelah kegiatan seminar selesai.

 

Ketua Lembaga Akselerasi Ekonomi PP Pemuda Persis Aditya Galih Utama mengatakan, pihaknya menyiapkan mentoring bisnis, konsultasi keuangan bagi kader dan organisasi, serta rumah kerja sama melalui Koperasi Pemuda Persis.

 

“Kita tidak berhenti di seminar. Kami menyiapkan ruang mentoring bisnis, konsultasi keuangan untuk kader dan organisasi, serta membuka rumah kerja sama terbuka melalui Koperasi Pemuda Persis,” ungkap Aditya.

 

Menurut dia, pendampingan tersebut menjadi instrumen untuk menjaga keberlanjutan investasi dan kolaborasi usaha.

 

Dalam kegiatan yang sama, PP Pemuda Persis juga menyerahkan hibah delapan ton pupuk hasil kerja sama dengan PT Agricultura Investama Sedaya serta 1.000 bibit pohon hasil kerja sama dengan Dinas Kehutanan Jawa Barat Cabang VI Tasikmalaya kepada PD Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya.

 

Rangkaian kegiatan turut ditandai penandatanganan kerja sama bisnis daring antara DPD HIPPI Kabupaten Tasikmalaya dan Bidang Ekonomi PD Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman penanaman cabai antara Bidang Ekonomi PP dan PD Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya.

 

Melalui rangkaian program tersebut, Pemuda Persis berupaya menempatkan pertanian sebagai salah satu pintu pengembangan ekonomi organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan investasi, pendampingan, dan kerja sama tersebut benar-benar menghasilkan usaha yang produktif dan berkelanjutan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan