Beritapedia.co.id, Jakarta – Yordania saat ini menjadi pusat perhatian setelah dianggap sebagai mendukung Israel dengan melancarkan serangan yang berhasil menembak jatuh banyak rudal yang ditembakkan oleh Iran pada hari Sabtu (13/4).
Pada akhir pekan lalu, Israel mengalami serangan langsung oleh Iran. Dalam insiden tersebut, Iran melancarkan rudal dan drone yang melewati ruang udara beberapa negara, termasuk Yordania.
Pada saat terjadi serangan, Yordania berhasil membidik dan menghancurkan rudal yang diluncurkan oleh Iran. Tindakan tersebut mengakibatkan negara tersebut terperangkap dalam pertentangan antara Iran dan Israel.
BACA JUGA: Pakar Bandingkan Serangan Iran ke Israel, Begini Kecanggihannya
Di samping itu, banyak orang yang mengomentari dan merasa heran mengapa Yordania tampaknya memberikan bantuan kepada Israel?
Di Amman, pejabat menyatakan bahwa keterlibatan Yordania bertujuan untuk menjaga keamanan dan melindungi wilayah udara yang sah.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Al Safadi menyatakan bahwa pemerintah telah mengevaluasi tingkat ancaman serangan dari Iran, seperti yang dikutip oleh The Guardian pada hari Senin (15/4).
Al Safadi mengatakan bahwa mereka memiliki anggapan mengenai ancaman yang berasal dari rudal Iran yang jatuh di Yordania, dan karena itu kekuatan militer mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman tersebut.
Selanjutnya, dia menguraikan bahwa akar dari krisis ini masih berada pada perlakuan Israel terhadap penduduk Palestina dan penolakan mereka untuk mengakui solusi dua negara.
Ahli dalam hal sikap yang ada di Yordania.
Menurut Hazem Salem Al Dmour, General Manager dari think tank Strategiecs yang berpusat di Amman, tindakan Yordania tidak mengindikasikan dukungan terhadap Israel.
Namun, menurut pendapatnya, tindakan tersebut sebenarnya merupakan taktik dan kepentingan pribadi dari pemerintah Yordania.
Menurut laporan dari Jerusalem Post, Yordania sedang menghadapi tantangan dalam melawan masalah narkoba dan penyelundupan senjata oleh milisi yang didukung oleh Iran setiap harinya, demikian yang disampaikan oleh Al Dmour.
Kemudian, dia mengungkapkan bahwa Iran sebelumnya telah berhasil melewati perbatasan udara Yordania dengan drone, dan Yordania menghadapinya dengan tindakan militer, yang serupa dengan kejadian sebelumnya pada tanggal 14 April.
Al Dmour juga menyatakan bahwa mayoritas penduduk Yordania tidak menganggap penembakan jatuhnya drone Iran sebagai tindakan yang mendukung Israel.
“Namun, upaya tersebut dilakukan untuk melindungi tanah dan penduduk Yordania dari ancaman yang ditujukan kepada kepentingan Yordania,” kata Al Dmour.
Namun, tidak dapat disangkal bahwa tindakan pemerintah telah menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Yordania.
Beberapa orang Yordania mengungkapkan rasa tidak puas mereka melalui platform media sosial seperti X. Beberapa penulis Raja Abdullah cenderung lebih memprioritaskan perlindungan terhadap Israel daripada Gaza dan penduduknya.
Banyak penduduk Yordania yang memberikan dukungan kepada Palestina dan mengecam tindakan Israel yang mengagresi Gaza.
Pendapat Ahmad Awad, yang merupakan pendiri dan direktur Pusat Studi Ekonomi dan Informatika Phenix, berbeda dengan Al Safadi.
Tidak lama setelah langkah yang diambil oleh Yordania, pihak media Israel melaporkan bahwa pemerintahan Benjamin Netanyahu berencana memperpanjang kesepakatan bantuan air kepada negara tersebut selama satu tahun ke depan.
(CNN)











Komentar