Rakyat Iran Peringati 40 Hari Meninggalnya Khomenei dan Siswi Korban Serangan As-Israel
Beritapedia – Jutaan rakyat Iran turun ke jalan berpartisipasi dalam unjuk rasa mengenang 40 hari syahidnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan para pemimpin tinggi serta siswa sekolah di Minab yang ikut meninggal dunia.
Unjuk rasa digelar diberbagai kota di Iran, acara berkabung dimulai pada pagi hari Kamis, dengan peserta yang berjalan dari Lapangan Jomhouri menuju situs di mana Ayatollah Khamenei tewas akibat serangan teroris yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
BACA JUGA: IRGC Gagalkan Operasi AS di Isfahan, Pesawat Black Hawk Hancur Lebur
Malam ini, upacara akan diakhiri dengan pelayat mengumandangkan slogan, mendengarkan pidato penghormatan untuk mengenang Pemimpin Iran yang telah meninggal, serta menunjukkan kesetiaan terhadap aspirasi-aspirasinya.
Tidak hanya di eheran, kegiatan serupa juga dilaksanakan di ratusan kota di wilayah seluruh Iran.
Sebelumnya, Pemimpin tertinggi Iran menjadi korban serangan AS-Israel bersama sejumlah anggota keluarganya pada tanggal 28 Februari, yang merupakan hari pertama dari serangan ilegal yang dilakukan oleh AS dan rezim Israel terhadap Iran.
Banyak komandan dan penasihat militer senior Iran juga menjadi korban, termasuk Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, Laksamana Muda Ali Shamkhani, dan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.
Para musuh Iran dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas energi negara tersebut, mengakibatkan kematian ratusan orang. Dalam salah satu serangan paling mematikan di hari pertama agresi tersebut, tentara AS menyerang sebuah sekolah dasar di Minab, yang menewaskan lebih dari 170 warga sipil, mayoritasnya anak-anak.
Angkatan bersenjata Iran segera melawan serangan militer yang tidak terprovokasi itu dengan meluncurkan serangan udara dan rudal ke wilayah yang dikuasai Israel dan juga target-target AS yang ada di negara-negara tetangga.
Setelah 100 serangan balasan dari Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata selama dua minggu, yang dimediasi oleh Pakistan, setelah AS setuju dengan proposal 10 poin dari Iran.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa kemartiran Ayatollah Khamenei sama pentingnya dengan keberadaannya selama hidup dalam mendukung Revolusi Islam dan Republik Islam.
Pidato itu turut menyampaikan perlawanan dan persatuan bangsa Iran serta lembaga Islam, dan juga merujuk pada 100 serangan mematikan oleh angkatan bersenjata Iran serta mundurnya musuh yang hina, sebagai bagian dari berkah darah murni Pemimpin selama konflik yang dipaksakan.
Pikiran, ujaran, tindakan, dan arahan Ayatollah Khamenei mengenai perlawanan, kebebasan, kemajuan, keadilan, persatuan, perjuangan melawan penindasan, dan spiritualitas membentuk sebuah sistem yang komprehensif untuk memimpin negara, tambahnya.