GARUT – Pembegalan rekayasa tersebut, pelakunya adalah Ganes Melasrana (24) yang sebelumnya mengaku dibegal di kawasan Cilopang, Rancabango.
Kisah begal itu bermula pada Rabu (16/9) tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu Ganes mengaku hendak ‘narik’ menjemput penumpang di jalan sepi Cilopang, Rancabango.
Menurut pengakuannya, saat di jalan sepi ia dipepet dua motor yang ditunggangi 3 orang. Tanpa basa-basi, ketiga orang itu langsung menghadang, membegal melakukan kekerasan, dan merampas barang berharganya.
“Tas saya diambil, ada uang Rp 2,1 juta, HP dan kartu kredit,” kata Ganes kepada wartawan, Jumat (18/9).
Tak hanya dirampas, Ganes juga mengaku dibacok senjata tajam jenis golok. Dua bacokan mengenai tangannya dan satu bacokan mengenai jok motor. Ia mengaku langsung ke Puskesmas usai kejadian.
Laporan itu kemudian dibawa Ganes ke Polsek Tarogong Kaler. Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, korban melaporkan kejadian tersebut hari Kamis,” ujarnya.
Namun saat Tim Sancang Sat Reskrim Polres Garut dan Polsek Tarogong Kaler melakukan penyelidikan, cerita Ganes runtuh.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra menemukan banyak kejanggalan. Fakta di lapangan tidak sesuai dengan penuturan Ganes.
“Kami menemukan banyak hal yang tidak sinkron. Hasil pengecekan CCTV juga tidak terdeteksi adanya kejadian di sekitar TKP di waktu yang dilaporkan,” tegas Herman.
Kecurigaan polisi terbukti. Setelah diinterogasi, Ganes akhirnya mengakui bahwa cerita begal itu hanya karangannya. Ia mengaku telah berbohong.
Polisi kini masih mendalami motif Ganes membuat laporan palsu tersebut.
(Sule Asep H)




