Hari Santri Nasional 2026 di Cicalengka: MWC NU Teguhkan Peran Santri untuk Bangsa

  • Whatsapp
IMG 20261024 WA0006

BANDUNG – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kecamatan Cicalengka Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, merawat persatuan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Kegiatan yang digelar di Alun-alun Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (24/10/2026) tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cicalengka, para kepala desa se-Kecamatan Cicalengka, tokoh ulama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Cicalengka, serta para santri.

Bacaan Lainnya

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, ulama, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menghormati perjuangan kaum santri sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Tanfidziyah MWC NU Cicalengka, KH. Rd. Tiar Saeful Bahri, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional ini menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya dalam memperdalam ilmu agama, tetapi juga dalam membangun karakter masyarakat, menjaga kerukunan, serta menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, Hari Santri tidak seharusnya dipandang sebatas agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini harus menjadi pengingat atas perjuangan para ulama dan santri yang turut mengambil bagian penting dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri yang telah berjuang demi agama, bangsa, dan negara. Semangat perjuangan tersebut harus terus kita hidupkan melalui pengabdian nyata, pendidikan, akhlak yang mulia, serta kepedulian terhadap masyarakat,”jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun generasi santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjawab perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Di tengah tantangan sosial dan derasnya arus informasi, santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam menyebarkan pesan-pesan damai, menjaga persaudaraan, menangkal perpecahan, serta memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Santri harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Pegang teguh nilai-nilai agama, hormati perbedaan, jaga persatuan, dan teruslah berkontribusi bagi kemaslahatan umat. Semangat hubbul wathan minal iman harus diwujudkan dalam perilaku dan pengabdian sehari-hari,” menjadi pesan yang dapat ditegaskan dalam momentum tersebut.

Lebih lanjut, sinergi antara kalangan pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pendidikan keagamaan serta membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan peduli terhadap persoalan sosial.

Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Cicalengka Tahun 2026 di Alun-alun Cicalengka pun menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki semangat kebangsaan, dan siap mengabdi untuk masyarakat.

Semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai perjuangan, keikhlasan, kemandirian, dan pengabdian yang diwariskan para ulama serta santri harus terus hidup dalam tindakan nyata demi kemajuan Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan Indonesia.

Santri kuat, umat bermartabat, Indonesia hebat.

(Akuy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan