BERITAPEDIA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar melaporkan penurunan drastis angka kecelakaan lalu lintas sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di seluruh wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, jumlah insiden kecelakaan di jalan raya mengalami penurunan signifikan hingga 76 persen dibandingkan dengan periode pengamanan tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Nyawa Ratusan Penumpang Selamat Usai KA Ciremai Hantam Tebing Longsor di Cikalongwetan
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono menegaskan bahwa tren positif ini merupakan dampak nyata dari efektivitas rekayasa lalu lintas dan kesadaran masyarakat.
“Penurunan angka kecelakaan hingga 76 persen ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama Operasi Ketupat Lodaya berjalan efektif,” ujar Raydian, Kamis (2/4).
Rekor Penurunan Fatalitas Korban Jiwa dalam Catatan Polda Jabar
Data resmi menunjukkan jumlah kecelakaan pada periode Operasi Ketupat Lodaya 2026 hanya mencapai 93 kejadian, berbanding terbalik dengan tahun 2025 sebanyak 383 kejadian.
Kombes Pol Raydian Kokrosono selaku Dirlantas Polda Jabar menambahkan bahwa jumlah korban meninggal dunia juga merosot tajam dari 121 orang menjadi hanya 13 orang.
“Kami juga melihat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara secara aman,” lanjutnya menekankan pentingnya faktor perilaku pengemudi selama arus mudik dan balik lebaran kemarin.
BACA JUGA: Hujan Angin di Cimahi Picu Pohon Tumbang dan Hambat Lalu Lintas
Penurunan angka fatalitas sebesar 89 persen ini diklaim sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah pengamanan jalur mudik di wilayah hukum Polda Jabar.
Keberhasilan ini pun berdampak pada aspek ekonomi, di mana kerugian materil terpangkas hingga 55 persen menjadi Rp311,6 juta dari angka sebelumnya yang mencapai Rp695,7 juta.
Sinergi Operasi Ketupat Lodaya 2026 dan Kesadaran Pengendara di Wilayah Polda Jabar
Pihak kepolisian mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang bersiaga di titik-titik rawan untuk memastikan kelancaran serta keselamatan para pemudik yang melintas.
Kesuksesan operasi tahun ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektoral yang intensif dalam memitigasi titik kemacetan serta area rawan kecelakaan di jalur arteri maupun tol.
BACA JUGA: Pemkot Cimahi Resmi Terapkan WFH ASN di Hari Rabu
“Ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas,” tutur Raydian dalam keterangan resmi di Bandung.
Petugas di lapangan secara konsisten menerapkan tindakan preventif dan edukatif, sehingga potensi kecelakaan akibat kelelahan maupun pelanggaran aturan dapat diminimalisir dengan sangat baik. (edt)







