Beritapedia, Garut, 17 Juni 2026 – Geliat dan semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah begitu terasa di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Momentum sakral pergantian tahun hijriah kali ini tidak hanya diperingati sebagai ritual keagamaan semata, melainkan menjadi panggung kolaborasi nyata bagi pembangunan mental dan fisik masyarakat, khususnya generasi muda.
Semangat syiar Islam yang membara ini digerakkan secara sinergis oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Karangpawitan, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan, serta didukung penuh oleh seluruh elemen Satuan Pelayana Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangpawitan.
Menariknya, peringatan tahun ini tampil beda dan lebih progresif berkat dukungan penuh dari dua lembaga nasional, yaitu Badan Gizi Nasional(BGN) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kehadiran kedua lembaga ini membawa dimensi baru dalam perayaan, di mana penguatan nilai spiritual diselaraskan dengan program aksi nyata di bidang kesehatan, gizi, dan pembangunan desa.
Sinergi Spiritual dan Pembangunan Berkelanjutan
Camat Karangpawitan selaku perwakilan Forkopincam menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kekompakan seluruh pihak, terutama keterlibatan aktif para pemuda dan sarjana penggerak.
”Tahun Baru Islam 1448 H di Karangpawitan menjadi momentum kebangkitan bersama. Kita tidak hanya memperkuat benteng keimanan bersama MUI dan PHBI, tetapi juga memastikan masa depan generasi kita cerasi (cerdas dan sehat) melalui pemenuhan gizi yang baik serta penggerakan potensi desa oleh para sarjana,” ujarnya.
Pihak MUI dan PHBI Karangpawitan menambahkan bahwa esensi hijrah tahun ini harus diwujudkan dalam perubahan nyata, baik dari segi kualitas ibadah maupun kepedulian sosial terhadap sesama.
Peran Nyata Pemuda dan Lembaga Nasional
Seluruh SPPG Karangpawitan yang menjadi motor penggerak di lapangan menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengawal rangkaian kegiatan. Mulai dari pawai obor, tablig akbar, hingga kegiatan sosial keagamaan yang melibatkan ribuan warga dari berbagai desa di wilayah Karangpawitan.
Sementara itu, keterlibatan Badan Gizi Nasional dalam momen ini dimanfaatkan untuk mengampanyekan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak di Karangpawitan demi menyongsong generasi emas yang bebas stunting. Di sisi lain, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) turut memberikan pendampingan program agar perayaan ini memiliki dampak multiplier secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Melalui kemitraan strategis ini, Kecamatan Karangpawitan berhasil membuktikan bahwa peringatan hari besar Islam dapat dikemas secara modern, menyentuh akar rumput, dan berdampak luas bagi kemajuan daerah. Semangat Muharram 1448 H di Karangpawitan kini menjadi motor penggerak menuju Garut yang bertaqwa, maju, dan sejahtera. (***)